Tren Kosmetik dan Obat Berbahan Gaharu di China

Tren Kosmetik dan Obat Berbahan Gaharu di China: Outlook 2026 Menuju 2027

Permintaan gaharu dari China untuk kosmetik dan obat tradisional (Traditional Chinese Medicine) menguat sepanjang 2026 dan diperkirakan menarik lebih banyak kebutuhan kayu serta bubuk gaharu menjelang 2027. Ini outlook berbasis sinyal pasar, bukan ramalan pasti. Laporan 2024-2025 menempatkan China di sekitar 22,4% pasar oud global.

Mengapa China jadi mesin permintaan gaharu untuk kosmetik dan obat?

Gaharu — dikenal di China sebagai chen xiang — sudah lama masuk farmakope pengobatan tradisional. Ini bukan tren baru: kayu dan bubuknya dipakai untuk formula penenang, pencernaan, hingga dupa ritual selama berabad-abad. Yang berubah pada 2026 adalah skalanya. Kelas menengah China yang tumbuh, ditambah minat pada perawatan berbasis herbal, mendorong kebutuhan bahan baku ke industri kosmetik, wewangian, dan suplemen — termasuk klinik TCM di komunitas diaspora Tionghoa di luar daratan China.

Menurut sejumlah laporan pasar 2024-2025, China memegang sekitar 22,4% pasar agarwood/oud global, dan kawasan Asia-Pasifik diproyeksikan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat — sekitar 47,8% pangsa pada 2033. Untuk pemasok Indonesia, artinya pintu ekspor ke Asia makin lebar, terutama untuk kayu grade menengah dan bubuk yang jadi bahan olahan. Banyak pembeli kini mencari gaharu wood products dalam bentuk serpih dan bubuk siap proses, bukan hanya gubal kelas kolektor.

Satu catatan penting: outlook ini menggambarkan arah, bukan jaminan harga atau volume. Pasar gaharu sensitif terhadap regulasi CITES, kuota ekspor, dan pergeseran selera wewangian yang bisa berubah cepat.

Seberapa besar pasarnya dan ke mana arah 2027?

Angka pasar global memberi konteks. Beberapa laporan memproyeksikan pasar agarwood/oud dunia mencapai sekitar USD 23,47 miliar pada 2033 dengan CAGR sekitar 7,12% untuk periode 2026-2033. Tabel berikut merangkum sinyal 2026 yang mengarah ke 2027 — semuanya indikatif dan bisa berubah.

Sinyal (laporan/tahun) Angka Arti untuk pemasok Indonesia
Pasar oud global 2033 (laporan 2024-2025) ~USD 23,47 miliar; CAGR ~7,12% (2026-2033) Pertumbuhan struktural, bukan lonjakan sesaat
Pangsa China (laporan 2024-2025) ~22,4% pasar global Pembeli tunggal terbesar di Asia
Asia-Pasifik 2033 ~47,8% pangsa, wilayah tercepat Poros permintaan bergeser ke Asia
Kuota ekspor Kalimantan Tengah (2023) 4.000 ton Kapasitas pasok Indonesia cukup besar

Sinyal 2026 ini konsisten dengan liputan media. CNBC Indonesia pada 2022 pernah menyebut gaharu kualitas terbaik tembus hingga USD 100.000/kg (sekitar Rp 1,5 miliar/kg); liputan 2025-nya menaruh gaharu berkualitas tinggi lokal hingga Rp 53 juta/kg dan internasional hingga Rp 133 juta/kg. Rentang selebar ini menegaskan bahwa “gaharu” bukan satu komoditas tunggal, melainkan spektrum grade dengan pembeli yang berbeda-beda.

Yang menarik untuk kosmetik dan TCM: segmen ini tidak selalu butuh grade tertinggi. Formula obat dan ekstrak wewangian sering memakai kelas menengah-bawah seperti kemedangan dan teri. Menurut data harga lokal Silvikultur UGM (Oktober 2016), kemedangan berada di kisaran Rp 2-5 juta/kg dan gaharu teri Rp 1-2 juta/kg. Karena itu volume — bukan sekadar prestise — yang jadi penggerak permintaan segmen ini.

Bentuk gaharu apa yang paling dicari industri China?

Industri kosmetik dan obat China menyerap gaharu dalam beberapa bentuk. Berikut gambaran bentuk, penggunaan, dan kisaran harga indikatif (as of 2026, subject to change).

Bentuk Penggunaan di China Kisaran harga indikatif
Bubuk / abu gaharu Ramuan obat, dupa, bahan ekstrak Abu Rp 20.000-50.000/kg; bubuk Kalimantan retail Rp 81.150/kg (Lamudi 2024)
Serpih / chips grade menengah Ekstrak, wewangian, bahan olahan USD 500-7.000/kg, tergantung grade
Minyak oud / gaharu Parfum, bakhoor, kosmetik premium USD 30.000-80.000/kg
Gubal grade tinggi Kolektor, dupa premium Puluhan hingga ratusan juta rupiah/kg

Untuk kosmetik, dua atribut yang paling menentukan nilai adalah kandungan resin dan profil aroma. Ekstrak minyak oud dari resin gubal tua dipakai sebagai fiksatif parfum kelas atas; laporan Kumparan/banjarhits dari Kalimantan Selatan menyebut minyak gaharu berkualitas tinggi bisa mencapai USD 20.000-50.000 per liter, didorong permintaan parfum dan bakhoor Timur Tengah yang juga meluas ke pasar China. Untuk TCM, kayu dan bubuk kelas menengah lebih relevan karena dipakai dalam dosis dan volume terukur.

Sebagai pembanding kanal e-commerce domestik (bukan harga ekspor borongan), Lamudi.co.id (2024) mencatat bubuk Kalimantan 1 kg Rp 81.150 dan serpih Borneo 1 kg Rp 102.200 — jauh di bawah kayu sinking. Polanya konsisten: bahan olahan volume besar untuk kosmetik dan obat berada di ujung harga yang lebih terjangkau, sementara gubal premium tetap mahal dan diburu kolektor.

Apa yang harus disiapkan pemasok Indonesia untuk 2027?

Peluangnya nyata, tapi jalur legalnya ketat. Aquilaria spp. — pohon penghasil gaharu — masuk CITES Appendix II. Artinya ekspor legal wajib membuktikan asal-usul legal (budidaya vs alam) lewat KLHK, rekomendasi BKSDA untuk sumber alam, keanggotaan ASGARIN, dan izin ekspor CITES yang berlaku sekitar 6 bulan. Proses CITES bisa memakan waktu hingga sekitar 60 hari untuk destinasi tertentu.

  • Utamakan gaharu budidaya hasil inokulasi; maturasi pohon biasanya 7-15 tahun.
  • Siapkan dokumen asal dari wilayah produksi terdokumentasi: Kalimantan, Papua (Jayapura, Merauke), Ambon, dan Sumbawa. Tidak ada sumber publik yang menyebut Bali sebagai daerah produksi — peran Bali adalah hub perdagangan, bukan sumber.
  • Pisahkan grade sejak awal: kelas menengah-bawah untuk kosmetik dan obat volume, gubal untuk kolektor.
  • Kunci kontrak pada spesifikasi grade tertulis, karena harga sangat bergantung pada resin, sifat tenggelam, dan aroma.

Situs ini adalah broker sekaligus pusat informasi sourcing, bukan otoritas penerbit izin. Kami tidak menjual kepastian izin atau jaminan bea cukai. Selalu konfirmasikan persyaratan terbaru ke CITES Management Authority (Indonesia) dan otoritas negara importir Anda sebelum meneken kontrak. Angka di halaman ini indikatif per 2026 dan bisa berubah; kuotasi final ditentukan setelah grade dan lingkup dipastikan.

Frequently Asked Questions

Apakah gaharu benar-benar dipakai dalam kosmetik dan skincare di China?

Ya. Gaharu masuk pengobatan tradisional China sebagai chen xiang dan kini dipakai sebagai bahan wewangian serta ekstrak dalam produk perawatan kelas premium. Penggunaannya lebih sebagai bahan aroma dan formula herbal, bukan klaim medis pasti. Volume terbesar justru menyerap bubuk dan kayu grade menengah, bukan gubal kolektor.

Jenis gaharu apa yang paling dicari pembeli China untuk obat tradisional?

Untuk obat tradisional dan ekstrak, pembeli China cenderung mengambil kayu dan bubuk grade menengah-bawah seperti kemedangan dan teri karena dipakai dalam volume besar. Menurut data Silvikultur UGM (Oktober 2016), harga lokalnya sekitar Rp 2-5 juta/kg untuk kemedangan dan Rp 1-2 juta/kg untuk teri. Gubal grade tinggi lebih ke pasar kolektor dan dupa premium.

Apakah ekspor gaharu ke China butuh izin khusus?

Ya. Aquilaria termasuk CITES Appendix II, sehingga ekspor legal membutuhkan izin CITES plus rekomendasi BKSDA dan bukti asal-usul legal lewat KLHK, umumnya juga keanggotaan ASGARIN. Izin CITES berlaku sekitar 6 bulan dan prosesnya bisa sampai 60 hari. Konfirmasikan persyaratan terkini ke CITES Management Authority Indonesia dan otoritas negara importir.

WhatsApp the concierge
Scroll to Top